Minggu, 05 Mei 2013

report KEBIJAKAN HARGA



Senin, 29 april 2013 seperti biasa pada jam 13.30 digedung daksinapati ruang 306 dilaksanakannya kegiatan perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa bersama bapak Dr. Amril Muhammad, S.E, M.Pd. selaku dosen pada mata kuliah tersebut. Pada pertemuan ke-10 ini membahas mengenai kebijakan harga yang dipresentasikan oleh kelompok 8 yang terdiri dari bertha, rolly, vivi, dan winda.

Sebelum mengetahui lebih jauh pengertian dari kebijakan harga, kita harus mengerti apa itu definisi dari kebijakan? Kebijakan adalah rangkaian yang menjadi dasar rencana dalam membuat sebuah keputusan, sedangkan harga adalah nilai suatu barang atau jasa yang dinyatakan dengan uang. Jadi dapat di definisikan kebijakan harga adalah keputusan mengenai harga-harga yang akan diikuti untuk jangka waktu tertentu. Terdapat 2 faktor yang berpengaruh dalam menentukan kebijakan harga : 1. Apa yang ditinjau. Jadi maksudnya adalah sebelum menentukan harga pada produk yang akan dipasarkan kita harus meninjau produk yang akan dipasarkan sesuai tidak dengan harga yang ada dipasaran, 2. Penetrasi. Maksud penetrasi disini adalah ketika perusahaan mampu melakukan terobosan-terobosan terhadap produk yang akan dipasarkan dengan harga yang tidak membebankan konsumen/pelanggan.

Dalam menetapkan suatu harga kita harus melihat pesaing-pesaing kita, apakah pesaing kita bersifat monopoli, persaingan bebas, atau oligopoli. Kebijakan harga pada pasar monopoli adalah bebas, jadi kita bebas menentukan harga yang kita inginkan karena produk yang kita pasarkan hanya dijual oleh satu perusahaan saja. Selanjutnya yaitu kebijakan harga pada persaingan bebas jadi pada kebijakan ini kita harus melihat seberapa banyak pesaing kita. Dan yang terakhir adalah kebijakan harga pada pasar oligopoli, jadi dengan kebijakan ini dalam menentukan harga setiap perusahaan yang sejenis harus membuat kesepakatan dengan beberapa perusahaan lain.

          Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan harga, antara lain :
A.   Faktor internal
1.  strategi bauran pemasaran dalam menentukan harga harus dikoordinasikan lebih lanjut dengan elemen pemasaran
2.     biaya merupakan faktor yang penting agar memperoleh laba yang besar
3. tujuan pemasaran, tujuan disini menyangkut laba yang maksimal yang mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan
4.  organisasi, ini diperlukan dalam memperoleh masukan-masukan atau       pendapat dari para anggota organisasi dalam penetapan harga

B.   Faktor eksternal
1.  Sifat dan permintaan pasar, dimana perusahaan harus memperhatikan dan memahami bagaimana sifat pasar dan permintaan terhadap produk yang dihasilkan perusahaan
2.     Persaingan, dimana perusahaan melihat pesaing yang ada dipasaran

Untuk menentukan kebijakan harga kita harus mengetahuo metode penetapan harga, terdapat di metode dalam penetapan harga, antara lain : 1. Pendekatan berorientasi harga (cost pricing method) adalah pendekatan yang didasarkan pada biaya total ditambah laba yang diinginkan, 2. Harga didasarkan pada keseimbangan antara permintaan pasar dengan pensuplai, pendekatan ini memposisikan konsumen sebagai bahan utama dalam penetapan harga dengan memperkirakan nilai dari produk, 3. Harga didasarkan pada kondisi pasar yang bersaing, pendekatan ini harga ditetapkan atas pengaruh oleh harga pesaing.

Dalam menentukan kebijakan harga tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga harus menciptakan nilai pada para konsumen dari suatu produk yang kita hasilkan.

Minggu, 28 April 2013

analisis nama teman di facebook




Teman Facebook yang sama punya berjumlah 729.berdasarkan yang sudah saya lihat dan amati nama teman facebook saya yang sesuai dengan nama asli 624 .Jika di presentasikan maka perhitungannya sebagai berikut :
  624 x  100% = 85,59 %
  729
dan yang tidak menggunakan nama asli berjumlah 105
  105  x  100% = 14,40 %
  729
Jadi alhamdulillah dengan prosentase 85.59 % teman di facebook saya sebagaian besar masih percaya diri menggunakan nama yang telah diberikan orang tuanya sejak lahir.

reportasa Saluran Distribusi, Franchise, dan MLM



Senin, 22 April 2013 Univeritas Negeri Jakarta – Fakultas Ilmu Pendidikan di ruang 305 merupakan pertemuan kesembilan dalam mata kuliah Manajemen Pemasaran Jasa. Pertemuan kali ini penyaji ( Yolla Fitriyani, Risky Nuria Pardede, Leni Indriani ) yang mempresentasikan mengenai “Distribusi, Franchise dan MLM (Multi Level Marketing) dan di pimpin oleh Dr. Amril Muhammad, S.E, M.Pd.

Pertama-tama kita harus tau apa yang dimaksud dengan Distribusi ? Distribusi adalah perantara-perantara, para pembeli dan penjual yang dilalui oleh perpindahan baik fisik maupun perpindahan milik sejak dari produsen sehingga ketangga konsumen. Secara umum fungsi distribusi adalah memindahkan produk dari produsen ke konsumen, sementara secara khusus fungsi distribusi yaitu informasi, promosi, kontak, penyesuaian, negosiasi, dan peran lainnya.Ada dua saluran distribusi yaitu : saluran distribusi langsung dan distribusi tidak langsung. Factor-faktor yang mempengaruhi saluran distribusi adalah barang, pasar, perusahaan, perantara dan pesaing. Tujuan dari distribusi adalah untuk mencapai pasar-pasar tertentu, dengan demikian pasar, merupakan tujuan akhir dari kegiatan saluran, sehingga penyalur produk akan menyalurkan dengan baik di pasar.

Distribusi yang dilakukan secara konvensional yaitu dari perusahaan ke penyalur, agen, retail dan sampai ke konsumen. Namun seiring perkembangan zaman distribusi yang dilakukan secara modern dilakukan melalui Franchise dan MLM (Multii Level Marketing).

Franchise merupakan suatu system pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, system, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. 

Franchise mempunyai keuntungan dan kerugian. Keuntungan dari Franchise adalah bantuan keuangan, beberapa pewaralaba memberikan pertolongan kepada terwaralaba tersebut tetap berdiri, program periklanan nasional, program periklanan yang efektif penting untuk kesuksesan waralaba, standarisasi kualitas barang dan jasa, saat terwaralaba bersedia membeli nama suatu waralaba, terwaralaba bertanggung jawab atas barang atau jasa yang dijual. Kerugian dari Franchise adalah syarat kontrak dan pembaruannya, kontrak ditulis oleh notaris pihak pewaralaba, kontrak waralaba selalu ditulis dengan tujuan melindungi pihak pewaralaba, lini produk terbatas, perjanjian waralaba menetapkan bahwa terwaralaba hanya boleh menjual produk yang disetujui oleh pewaralaba, sepenuhnya mengikuti operasi standar artinya terwaralaba tetap mengikuti operasi standar pewaralaba, meskipun terwaralaba adalah pemiliknya.

Multi Lever Marketing adalah suatu cara atau metode yang dirancang oleh perusahaan untuk menawarkan suatu produk dan menciptakan hunbungan yang saling menguntungkan, dengan jalan melaksanakan penjualan secara langsung kepada konsumen melalui suatu jaringan yang dikembangkan oleh para distributor lepas. 

Cara kerja Multi Level Marketing yaitu pertama-tama anda akan disponsori oleh seorang distributor perusahaan MLM membayar uang pangkal/pendaftaran, menandatangani perjanjian atau kontrak , melaksanakan aktivitas penjualan produk, dan mengembangkan jaringan. MLM juga mempunyai keunggulan dan kelemahan, keunggulan dari MLM yaitu memperkecil resiko kerugian finansial, biaya promosi relative rendah, investasi relative rendah, mekanisme kerja relative sederhana, dan harga produk relative terjangkau. Sedangan kelemahan yaitu factor distributor , factor produk, dukungan infrastruktur.

Minggu, 21 April 2013

analisis nama pribadi dalam membuat bisnis




Nama saya andika puji purnomo, jika saya ingin membuat suatu bisnis dengan memakai nama saya. Saya akan membuat suatu bisnis yang berhubungan dengan olahraga, tepatnya olahraga futsal. Nantinya saya akan membuat nama bisnis itu dari nama panggilan saya yaitu “dika”, dengan nama bisnisnya “dikArema futsal”. Mengapa saya menggunakan nama itu karena arema sendiri adalah sebuah club sepak bola di indonesia yang cukup terkenal. Selain itu kenapa saya memilih bisnis penyewaan lapangan futsal, karena bisnis ini cukup menjanjikan dimana olahraga ini cukup digemari oleh masyarakat indonesia dari kalangan menengah atas maupun menengah kebawah.